山 adalah gunung. 火 adalah api. 人 adalah orang. Aksara pertama yang dikenalkan pada anak sebaiknya yang bentuknya masih menyerupai benda yang ia namai.
Satu aksara membawa makna, bukan sekadar bunyi
Inilah perbedaan mendasarnya dari abjad. Dalam bahasa Indonesia, huruf menyusun bunyi dan bunyi itu menunjuk makna. Dalam bahasa Tionghoa, aksaranya menunjuk makna secara langsung — itu sebabnya anak bisa mengenali 山 jauh sebelum ia mampu mengucapkan banyak hal dalam bahasa Mandarin.
Tahap paling awalnya jadi terasa memuaskan. Tidak ada masa menunggu untuk melebur bunyi sebelum sesuatu punya arti.
Mulai dari piktograf
Beberapa lusin aksara memang bermula sebagai gambar dan sampai sekarang masih menyimpan bentuknya: 山 (gunung), 火 (api), 木 (pohon), 日 (matahari), 月 (bulan), 水 (air), 人 (orang), 口 (mulut).
Tunjukkan gambarnya dan aksaranya berdampingan, biasanya anak langsung melihatnya. Momen "oh, itu memang gunung" itulah yang membuat sisanya terasa mungkin.
Aksara yang tersusun dari aksara lain
- 木 pohon → 林 dua pohon, hutan kecil → 森 tiga pohon, rimba
- 日 matahari + 月 bulan → 明 terang
- 人 orang → 大 besar (orang merentangkan tangan) → 天 langit (di atas yang besar)
- 口 mulut → 回 kembali, mulut di dalam mulut
- 女 perempuan + 子 anak → 好 baik
Nada datang dari telinga, bukan dari halaman
Bahasa Mandarin punya empat nada, dan nada mengubah arti sepenuhnya. Tidak ada aksara cetak yang menunjukkan nada — anak hanya mendapatkannya dengan mendengar kata itu diucapkan dengan benar, berkali-kali.
Artinya: untuk hanzi, lebih daripada aksara mana pun, mendengarkan datang lebih dulu. Biarkan anak mendengar katanya, menirukannya, baru menghubungkannya dengan bentuknya.
Bagaimana EduPlayKids membantu
Kategori Mengenal Hanzi memperkenalkan aksara sederhana beserta artinya dan rekaman suara yang jelas. Anak mendengar katanya lalu menekan aksara yang cocok — gratis selamanya, tanpa perlu bisa membaca.
Ketika pengenalannya mapan, Menjiplak Hanzi menambahkan urutan goresan yang benar, yang justru lebih penting dalam bahasa Tionghoa dibanding kebanyakan aksara: urutan itulah yang membuat sebuah aksara tampak benar, dan yang menjadi dasar penyusunan kamus.